BNNK Audiensi Dengan LSM

0
536

DUMAI,wartapenariau.com-Selasa (3/03/2020), bertempat di media center Pemko Dumai, Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Kota Dumai, menggelar audiensi dengan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) dan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Sesuai dengan surat kepala BNN RI nomor. B/16/I/DE/PM.00.03/2020/BNN, perihal audiensi  dengan LSM dan Pokmas.

Audiensi tersebut dihadiri  dua dari LSM (GANN dan KNPI), satu dari Pokmas (Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama). Masing-masing organisasi menghadirkan 5 orang perwakilannya.

Setiap organisasi dipimpin oleh ketua masing-masing, seperti Gerakan Anti Narkoba Nasional (GANN) diketuai M.Golan Lubis, Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) diketuai oleh Agus Terra, namun diwakilkan Dherry Perdana dan Ikatan Pelajar Nahdatul Ulama (IPNU) diketuai Akhir Muda Harahap.

Dalam sambutannya, Miardi S.Psi sebagaj Plt Kasi P2M (Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat) mengucapkan terima kasihnya atas kehadiran peserta. “Terima kasih sudah memenuhi undangan kami. Lewat audiensi yang kita laksanakan hari ini, kita bisa bersinergi dalam pemberantasan narkotika,”ucap Miardi.

Dalam audiensi, Miardi S.Psi sebagai Plt kasi P2M memaparkan profil BNNK Dumai, mulai dari sejarah berdirinya pada tahun 2017, posisi BNNK dalam struktur pemerintahan Pemko Dumai, tempat-tempat rehabilitasi seperti di Deli Serdang, Batam, Lido Bogor dan lain-lain.

Pegawai yang bekerja di BNNK Dumai terdiri dari 3 status. 1.Pegawai organik, yaitu pegawai yang ditunjuk oleh BNN pusat. 2.Pegawai Kepolisian, yaitu pegawai yang berasal dari kepolisian dan langsung mengepalai BNN di daerah. Sebagai contoh saat ini yang mengepalai BNNK Dumai AKBP Thamrin Parulian Situmorang. Termasuk pegawai bagian penindakan. 3.Pegawai Pemko yang diperbantukan di BNNK.

Dalam kesempatan tanya jawab, ketiga organisasi menanyakan beragam pertanyaan. IPNU bertanya, supaya dengan keterbatasan personilnya, BNNKnya melibatkan IPNU, KNPI dan GANNN.

KNPI bertanya supaya kaum muda selain ketiga peserta yang hadir dan juga dilibatkan.

Dan terakhir GANN meminta supaya BNNK mau meningkatkan kualitas organisasi yang sepandangan dalam pemberantasan narkoba.

Lembaga Cegah Korupsi Indonesia (LCKI) yang diketuai Ir.Toga Tampubolon hadir memberi masukan supaya LCKI juga dilibatkan dalam pemberantasan narkoba.

Dari semua pertanyaan tersebut, Miardi S.Psi merangkumnya dalam satu jawaban. “Semua masukan dari peserta kita akan tampung dan godok, kedepan kita akan koordinasikan dengan lebih kuat,”tutup Miardi S.Psi.***(Effendy Sitompul).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here