Tim KUKERTA UNRI, Sosialisasi PHBS Di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin Pangkalan Pisang

0
67

SIAK,WARTAPENARIAU.com-Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KUKERTA) Universitas Riau Desa Pangkalan Pisang mengadakan sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Sosialisasi tersebut diadakan di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin Desa Pangkalan Pisang, Kecamatan Koto Gasib, Kabupaten Siak,Minggu (17/07/2022) pukul 14.00 WIB sampai dengan selesai di Aula Pesantren Ittihadul Muslimin dengan mengumpulkan kader-kader kesehatan yang nantinya mereka yang akan menjadi tim penggerak dalam kegiatan PHBS tersebut.

Kegiatan sosialisasi PHBS ini, dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kesehatan, sekaligus bentuk pencegahan atas permasalahan Kesehatan yang marak terjadi di lingkungan pondok pesantren.

Sehubungan Pesantren adalah tempat untuk belajar sekaligus menjadi rumah untuk para santri/santriwati, maka perlu untuk menjaga kebersihan dan melakukan prilaku hidup bersih dan sehat dalam rangka menjaga, memelihara, dan meningkatkan Kesehatan serta kenyamanan dalam belajar dan tinggal di lingkungan pesantren.

Oleh karena itu, dalam program kerja ini, Tim KUKERTA melakukan kerja sama dengan Pesantren Ittihadul Muslimin untuk melakukan sosialisasi PHBS di lingkungan Pesantren.

Program kerja ini sejalan dengan diadakannya penilaian kebersihan dan kesehatan se-Kabupaten Siak di Pesantren yang diadakan tanggal 2 Agustus, dimana tim penilaian langsung dari Dinas Kesehatan Kabupaten Siak.

Pada sosialisasi ini ada 2 pemateri dari mahasiswa KUKERTA Universitas Riau yakni, Reza dan Elsiska. Target dari sosialisasi ini adalah kader – kader kesehatan sebagai tim penggerak pada kegiatan PHBS. Fokus materi sosialisasi ini adalah 9 indikator untuk PHBS. Salah satu anggota mahasiswa Universtas Riau yaitu Agung mempraktikkan salah satu indikator PHBS yaitu cara mencuci tangan dengan baik dan benar.

M. Reza Ajmaludin selaku ketua kelompok KUKERTA Universitas Riau Desa Pangkalan Pisang menuturkan, bahwa sosialisasi ini diadakan untuk meningkatkan kesadaran santriwan dan santriwati tentang pentingnya kebersihan.

Pengenalan perilaku hidup bersih ini harus disosialisasikan ke pondok pesantren sehingga perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) dapat diterima dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari di lingkungan pesantren.

“Banyak sekali PHBS yang harus dilakukan di pondok pesantren seperti mencuci tangan yang baik dan benar, pemberantasan jentik nyamuk, kelengkapan obat-obatan, larangan merokok, kebersihan jamban dan tersedianya air bersih,” ujarnya.

Ustadz Jasa sebagai salah satu tenaga pengajar di Pondok Pesantren Ittihadul Muslimin mengaku sangat senang dengan adanya sosialisasi PHBS, karena mendapatkan banyak pemahaman baru tentang kegiatan PHBS ini.

“Saya sangat senang bertemu dengan mahasiswa KUKERTA UNRI, saya juga sangat berterima kasih dan mengapresiasi kegiatan yang telah dilakukan oleh mahasiswa KUKERTA UNRI karena dapat meningkatkan kesadaran para santriwan dan santriwati dalam menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” ujarnya.

Untuk diketahui, Tim KUKERTA tersebut beranggotakan 10 orang, diketuai oleh M. Reza Ajmaludin dan anggotanya adalah Agung Ramadhan, Rasi Adishamita, Elsiska Ningsi Ali, Ema Zulaini, Reka Hendra Yani, Muhammad Farras Faishal, Osama Indriyani, Dharma Hade Sanjaya, Della Nur Amalia dengan dosen pembimbing Abdul Sadad. S.Sos., M.Si.***(rls)

Editor: T.Sitompul

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here