by

Tommy Fredy Manungkalit: Pelaku Alih Fungsi Kawasan Konservasi Harus Digugat Ke PN Dumai

RIAU,WARTAPANARIAU.com-Menanggapi gencarnya pemberitaan soal alih fungsi kawasan konservasi di wilayah hukum Kota Dumai, Pegiat Lingkungan, Tommy Fredy Manungkalit mengatakan harus dilakukan gugatan ke Pengadilan Negeri Dumai terhadap lahan kawasan konservasi yang diduga dialihfungsikan tersebut,agar ada kepastian hukumnya.

“Dan juga diminta untuk menyampaikan laporan adanya kegiatan tersebut ke instansi dan aparat penegak hukum yang berkaitan dengan hutan dan lingkungan hidup agar lahan tersebut di status quo kan sebelum ada kepastian hukumnya,”tegas Tommy Fredy Manungkalit kepada Wartapenariau.com, Jumat (29/1/2021).

Seperti dirilis media ini sebelumnya, bahwa Sucipto Andra, Johan Ayong dan Suyono diduga melakukan aktivitas di dalam kawasan konservasi,lahan gambut secara non prosedural di wilayah Kelurahan Teluk Makmur, Kecamatan Medang Kampai,Kota Dumai, Provinsi Riau.

Alih fungsi kawasan konservasi tersebut merupakan perbuatan tindak pidana, diduga terlibat oknum Camat dan oknum Lurah setempat dalam penerbitan Surat Keterangan Tanah (SKT) dan Surat Keterangan Ganti Kerugian (SKGR) di dalam kawasan hutan.

Berdasarkan hasil investigasi Wartapenariau.com di lapangan,ada tiga status kawasan hutan yang diduga dialihfungsikan menjadi perkebunan kelapa sawit di wilayah, Kelurahan Teluk Makmur,Kecamatan Medang Kampai, antara lain:Kawasan hutan konservasi,HPK dan lahan gambut.

Sucipto Andra diduga membangun ruko untuk penakaran sarang burung walet dan bebas melakukan aktivitas di dalam kawasan hutan tanpa adanya tindakan hukum dari aparat yang berkompeten di Provinsi Riau.

“Alat berat excavator bebas melakukan aktivitas di lahan ini, tanpa adanya tindakan hukum untuk pengembalian atau pemulihan kepada keadaan semula, karena lahan ini tidak bisa dialihfungsikan menjadi perkebunan sawit,”tegas Samuel.

Berdasarkan aplikasi pemetaan plot bidang BPN, bahwa lahan perkebunan kelapa sawit yang diduga dikelola Sucipto Andra seluas 700 hektar berada dalam kawasan konservasi HPK,dan lahan gambut.

Sucipto Andra diduga melakukan kegiatan perkebunan di dalam kawasan hutan tanpa izin Menteri LHK sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 92 Undang-undang RI nomor 18 tahun 2013 tentang pencegahan dan pemberantasan perusakan kawasan hutan.

Terkait hal tersebut, Sucipto Andra, ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya mengatakan,”Bukan hanya saya melakukan kegiatan di dalam kawasan itu, tetapi masih banyak lagi perusahaan yang melakukan aktivitas di dalam kawasan itu,”tegas Sucipto Andra.

Terkait hal tersebut, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam Riau perwakilan Kota Dumai, Nurzaman, ketika dikonfirmasi via telepon genggam, Senin (26/10/2020), mengatakan, pihaknya secepatnya akan melakukan pengecekan ke kawasan konservasi tersebut. “Yang jelas, kalau ada alat berat masuk ke dalam kawasan konservasi tersebut, kita akan berikan peringatan. Kalau memang mereka tetap melakukan aktivitas di dalam kawasan konservasi itu, kita akan tangkap mereka. Nanti kita laporkan ke Gakkum, karena kita sudah pernah beri peringatan kepada mereka, tetapi mereka tidak berani lagi melakukan aktivitasnya,”tegas Nurzaman.***(Tim)

 

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *