PT IMT Diduga Buat Laporan CSR “Fiktif”

0
373

SIAK,WARTAPENARIAU.com-Corporate Social Responsibility atau yang lebih akrab bagi masyarakat luas adalah CSR merupakan tanggungjawab sosial perusahaan khususnya pada warga sekitar Perusahaan. Adalah bentuk CSR PT. Ivo Mas Tunggal (PT. IMT) yang belakangan ini menjadi sorotan masyarakat luas khususnya warga Kecamatan Kandis.

Dari laporan yang dikirimkan pada Bappeda Siak diketahui bahwa PT. IMT telah menggulirkan program CSR salah satunya dengan bentuk pengguliran kambing etawa.

“Pengguliran Kambing Etawa dilaporkan pada tahun 2019, dalam laporan itu dituliskan bahwa pengguliran kambing terealisasikan pada tahun 2018 sebanyak 265 ekor dengan nilai materi berjumlah Rp 1.266.507.200,”ungkap Arif, (bukan nama sebenarnya.red) seraya menyerahkan Bundelan yang berisikan catatan penyaluran CSR beberapa Perusahaan yang ada di wilayah Kabupaten Siak.

Penuturan warga tersebut sontak membuat awak media yang tergabung dalam wadah PWK (Persatuan Wartawan Kandis) terheran-heran, asbab selama melaksanakan kegiatan liputan tidak pernah mendapatkan akan informasi tersebut dan langsung melakukan konfirmasi kepada pihak perusahaan yang membidangi CSR PT IMT.

“Kita sejak tahun 2016 sampai saat ini sudah gulirkan kambing PE , yang belum digulirkan Desa Gondang, Pencing bekulo dan Kelurahan Kandis kota, ketiga desa tersebut saat ini pembangunan kandang. Kalau waktu pengguliran saya tidak ingat, yang lebih jelasnya pak David Sembiring. Terimakasih,jawab Sofwan bagian CSR PT IMT.

Konfirmasi awak media ini pun kembali berlanjut dengan menghubungi David Sembiring.

“Wahh ma’af, aku sudah pindah dari CSR. Saya nangani Sawit sekarang. Terimakasih balas David Sembiring seraya menyebutkan nama Rizky sebagai orang yang menangani bidang CSR PT IMT saat ini namun sayangnya hingga berita ini dirilis belum dapat dikonfirmasi, Selasa (10/3/2020).

Tidak puas dengan informasi yang diperoleh, berbekal data bersumber dari Bappeda Siak, Indigonews didampingi LSM LPPNRI kemudian melanjutkan penelusuran ke Kampung Pencing Bekulo juga Kelurahan Kandis Kota. Usai melakukan penelusuran terungkap bahwasanya untuk Kampung Pencing Bekulo belum ada sama sekali terealisasi akan pengguliran kambing etawa sebagaimana yang sudah dilaporkan.

“Sebelumnya pernah dijanjikan namun hingga saat ini belum ada terealisasi, bahkan pembangunan Kandang di Dusun 55 yang dilakukan secara swadaya masyarakat setempat juga belum selesai ungkap Penghulu Kampung Pencing Bekulo, Eka Indrawan Sinaga Amd.

Begitu juga halnya dengan yang terjadi di Kelurahan Kandis Kota walau Kandang telah selesai dibangun namun realisasi penyaluran kambing masih dinantikan kelompok tani Ersadah.

“Kandang kambing sudah selesai, tapi kambing yang diperuntukan bagi Kelompok Tani Ersadah KM 82 belum ada ujar Riska Purba selaku Ketua RT setempat.

Hal ini tentunya mencuatkan dugaan bahwasanya PT. IMT telah melakukan laporan fiktif pada Bappeda sebab tidak sesuai dengan apa yang terjadi dilapangan.

Ketika hal tersebut dikonfirmasi wartapenariau.com kepada Bagian Media PT MMT, Benny, via telepon genggamnya, namun hingga berita ini ditayangkan, bagian media PT IMT masih memilih bungkam.

Penulis: Puji Efendi.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here