Jangan Rampas Kebebasan Pers

0
384

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Senin (27/9/2021),puluhan Jurnalis di Kota Dumai, menggelar aksi unjuk rasa di depan Mapolres Dumai jalan Jenderal Sudirman,Kota Dumai, terkait adanya dugaan terlibat oknum aparat bersama oknum “Preman” melakukan penganiayaan terhadap salah seorang wartawan anggota PWI Kota Dumai berinisial HD.

Dalam aksi tersebut, Jurnalis menuntut kepada pihak kepolisian untuk melakukan tindakan terhadap  para pelaku kekerasan terhadap Pers.

Puluhan Jurnalis membawa spanduk  yang bertuliskan  “STOP KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN. JANGAN RAMPAS KEBEBASAN PERS. MENGECAM TINDAKAN KEKERASAN TERHADAP WARTAWAN”.

Kemudian para Jurnalis menyerahkan pernyataan sikap Forum Lintas Wartawan kepada  Polres Dumai, yaitu meminta Kapolres Dumai, AKBP Mohammad Kholid, S.I.K untuk mengusut tuntas kasus kekerasan terhadap jurnalis di Kota Dumai, khususnya yang terjadi 3 bulan belakangan ini.

Meminta aparat agar memberantas seluruh praktik usaha penampungan BBM  ilegal serta menindak oknum aparat yang melindungi usaha ilegal walaupun ada terkait oknum jurnalis wajib di tindak tegas sesuai prosedur hukum.

Meminta jaminan perlindungan terhadap wartawan terkait pelaksanaan tugas jurnalistik serta peliputan pemberitaan di lapangan berdasarkan UU Pers Nomor 40 Tahun 1999, guna terjaminnya hak publik dalam memperoleh informasi yang benar dan akurat.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Dumai, AKBP Muhammad Kholid, S.I.K menyambut baik aksi unjuk rasa tersebut dan berjanji akan menindak tegas pelaku yang terlibat dalam kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap wartawan di Kota Dumai.

“Kewajiban kami untuk memberi perlindungan, tidak hanya untuk wartawan, tetapi kepada seluruh masyarakat.Terkait kasus kekerasan dan penganiayaan terhadap wartawan, akan kita sikapi dan pelakunya akan kita tindak,”tegas Kapolres Dumai kepada  perwakilan Jurnalis yang menggelar aksi unjuk rasa tersebut.

Seperti dirilis media ini sebelumnya, bahwa seorang wartawan anggota PWI Kota Dumai,pada saat pulang peliputan dari kantor DPRD kota Dumai, diduga dianiaya 4 orang oknum “Preman” pada saat melakukan peliputan di tempat “penadahan” Bahan Bakar Minyak (BBM) di Jalan Perwira,Bagan Besar, Kota Dumai, Kamis (23/9/2021).

Sekira pukul 11.20 Wib, Wartawan HD pulang peliputan dari kantor DPRD Kota Dumai, melintasi jalan Perwira, Bagan besar Kota Dumai. Kemudian saat melintasi jalan Perwira, ia melihat satu unit mobil tangki berwarna merah putih bertuliskan merk Pertamina di salah satu lokasi diduga tempat penadahan BBM. Selanjutnya, HD yang profesi sebagai Jurnalis sempat mengambil foto satu unit mobil tangki yang sedang melakukan aktivitas bongkar muat tersebut.

Saat pengambilan foto, Wartawan HD dihampiri oleh empat orang  diduga oknum “preman”, langsung melakukan penyerangan dengan memukul wartawan HD.

Atas kejadian dugaan penganiayaan tersebut, korban HD melakukan Visum et Repertum di Rumah Sakit , guna proses hukum, karena terdapat bekas pipi sebelah kanan memar , bibir sebelah atas kanan luka dan ada pukulan helm di kepala korban HD.

Foto barang bukti hasil pemotretan di lokasi kejadian tersebut dan alat kerja yang digunakan sehari-hari seperti satu unit handphone milik korban HD diduga dirampas oknum “preman” itu, dan menghapus data gambar atau foto kegiatan di gudang tersebut dan satu unit  handphone diduga dipecahkan oleh pelaku.

Menurut HD, para pelaku diduga menarik korban HD serta membawanya ke WC yang berada dilokasi tempat “penadahan BBM  tersebut”.  Kemudian oknum “preman” itu diduga meminta secara paksa untuk membuat pernyataan diatas kertas bermaterai 10.000 (sepuluh ribu rupiah), agar tidak menuntut dibelakang hari dan akan dikenakan sangsi.

Korban HD diberi uang sebesar  Rp.100.000 (seratus ribu rupiah) untuk biaya perobatan, namun korban HD menolak.

Setelah itu, korban HD kembali ke Kota Dumai dan menceritakan kejadian tersebut kepada rekan-rekannya seprofesi.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartaperariau.com, Senin (27/9/2021), menyebutkan diduga salah seorang pelaku oknum aparat  inisial CG yang bertugas di Kecamatan Bukit Kapur.

“Benar, bahwa oknum aparat inisial CG diduga terlibat dalam kasus penadahan BBM di jalan Perwira itu, kemudian BBM itu diangkut dengan mobil Pick up ke gudangnya yang berada di Jalan Budi Indah. Kasus tersebut telah dilapor ke Subdenpom I/3-1 Dumai,”sebut salah seorang wartawan di Kota Dumai berinisial R.***(tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here