Pelatihan Dan Pembekalan Petugas Dalam Pengendalian Karhutla

0
136

DUMAI, wartapenariau.com-Dimusim kemarau dan panas yang terjadi di wilayah Provinsi Riau umumnya dan Kota Dumai khususnya dengan kontur tanah gambut sebagai landscape daratan Riau, tentu sangat rentan akan bahaya dan ancaman karhutla.

Menyikapi hal tersebut sesuai peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI nomor: 32/MenLHK/Setjen/Kum.1/3/2016 tentang pengendalian kebakaran hutan dan lahan dan UU PPLH nomor: 32 tahun 2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup, maka BPBD Dumai sebagai instansi yang berwenang akan bahaya karhutla mempersiapkan petugas/pegawai dengan skill penanggulangan dan pengendalian karhutla.

Namun bencana karhutla tidak bisa hanya dibebankan kepada BPBD saja. Perlu peran serta masyarakat dan perusahaan yang memiliki asset lahan-lahan rawan karhutla.

Perusahaan yang berinvestasi dan memiliki asset tentu sudah mempersiapkan diri dengan segala sarana dan prasarana skill yang tentunya sudah sesuai standar pengendalian karhutla.

Bagaimana dengan masyarakat terutama yang jelas-jelas sebagai garda depan yang bersinggungan langsung dengan daratan gambut dalam hal aktivitas sehari-hari. Misalnya, pembukaan lahan kebun dan tempat hunian/ tinggal.

Menyikapi hal tersebut BPBD kota Dumai adakan pelatihan/ pembekalan pengendalian kebakaran hutan dan lahan digelar di Grand Zuri Dumai, dimulai tanggal 18-19/03/2020. Ada 70 peserta perwakilan masyarakat 6 kecamatan dan 16 kelurahan yang rawan karhutla.

Informasi yang berhasil dihimpun kompasriau, bahwa Walikota Dumai Drs H Zulkifli AS, M.Si tidak dapat hadir membuka acara tersebut dikarenakan ada telekonferensi dengan Gubernur Riau, H Syamsuar M.Si di kantor Kominfo.

Kapolresta AKBP Andri Ananta Yudhistira S.I.K menggantikan Walikota membuka acar. Dandim 0320/Dumai Letkol (inf) Irdhan SE, MM diwakili Kasdim Mayor Hasan Ibrahim, Kalaksa BPBD H Afrilagan SH, M.Si, 6 Camat dan 12 Lurah 12.

Kapolresta Dumai dalam sambutannya mengatakan,”Sesuai tema acara peduli dan melayani mari setiap stake holder dan masyarakat yang terlibat bersatu dan bergotong-royong mengantisipasi 2 bencana yang saat ini melanda kota kita, yaitu virus Corona dan karhutla,”tegas Kapolresta.

Terkait kebakaran hutan dan lahan, Kapolresta Dumai AKBP Andri Ananta Yudhistira sudah menyampaikan kepada 11 perusahaan yang ada di kota Dumai untuk turut membantu dan mensupport kegiatan pemadaman Karhutla.

Bahkan Pangdam I/ Bukit Barisan Mayjen MS Fadillah perintahkan 60 personil Denrudal 004/Dumai dan Kapolda Riau Irjen pol Agung Setya Imam Effendi SH, S.I.K, M.Si juga perbantukan 100 personel dari Polda Riau.

Aplikasi Dashboard Lancang Kuning yang telah dirilis Pangdam dan Kapolda Senin 9/03/2020 lalu, saat ini sudah dipakai semua instansi pemerintahan.

Kapolresta juga memuji kecamatan Bukit Kapur yang di setiap spot terjadinya karhutla, tidak sampai 24 jam sudah padam.

Kepada peserta diharapkan bisa menerapkan dan menularkan pengetahuannya ditengah masyarakat. Kondisi karhutla per 17/03/2020 terbakar: Sei Sembilan 62 HA, Medang Kampai 15,25 hektar, Bangsal Aceh 24 hektar, Lubuk Gaung 23 hektar, Teluk Makmur 11 hektar. Semuanya 5 kecamatan.

Indeks Standar Pencemaran Udara ( ISPU ) bulan Maret 214. Hotspot lebih dari 80 titik. Sejak awal tahun visibility ( jarak pandang ) Dumai terburuk, sejauh 5 km sebanyak 2 kali selama bulan Maret.

Kalaksa BPBD Dumai, H Afrilagan SH, M.Si dalam sambutannya mengatakan,”Pergi padamkan api, lenyapkan api dan bara, mari bersinergi dan kerjasama, cegah bencana menuju Dumai sejahtera,”ujar H.Afrilagan.

Penulis : Effendy Sitompul

Editor   : Nelson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here