Pelaku Penganiaya Neneng Sudah DPO dan Jadi Atensi Polisi

HUKRIM, RIAU, SUMUT24 Views

SUMUT,WARTAPENARIAU.com -Terkait laporan Neneng Ernawati (42) yang tertuang dalam Nomor : STTLP/1200/XII/2019/Restabes Medan/sek.Medan Timur tentang  dugaan penganiayaan sudah menjadi atensi pihak Polsek Medan Timur, Polrestabes Medan Polda Sumut.

Hal tersebut disampaikan Kapolsek Medan Timur Kompol M. Arifin melalui Kanit Reskrim, Iptu ALP Tambunan saat dikonfirmasi Wartapenariau.com diruang kerjanya, Sabtu, (23/1/2021) sore.

Ia mengatakan, untuk terlapor Albert Nainggolan sudah menjadi DPO (daftar pencarian orang), dan sedang mencari diduga pelaku penganiayaan. Selain itu, kasusnya sudah dilakukan gelar perkara atas laporan korban dan DPO ini seharusnya sudah ditangkap pihaknya sebab kasus tersebut sudah menjadi atensi Polisi.

“Kasusnya sudah kami gelar, Albert seharusnya sudah ditangkap karena dia yang memukul mamaknya di LP dan kasus ini sudah atensi,”ungkap Kanit Reskrim.

Sebelumnya, Neneng merasa kecewa dengan pelayanan Polsek Medan Timur yang terkesan membiarkan dan proses laporan korban dinilai lamban, pasalnya 13 bulan berlalu pihak kepolisian belum juga menangkap pelaku, sementara, menurut korban bahwa pelaku masih berkeliaran bebas seakan tak pernah berbuat salah.

Neneng menyebutkan kasusnya berawal ia datang ke Polsek Medan Timur untuk melaporkan peristiwa penganiayaan yang dialami pada Kamis, (30/12/2019) tahun lalu, namun sampai saat ini tidak ada proses yang signifikan, entah apa yang terjadi kasusnya tidak cepat diproses polisi.

Peristiwa penganiayaan itu bermula pada Kamis (26/12/2019) sekira pukul 11.00 Wib telah terjadi penganiayaan disalah satu warung milik Kocu yang berdekatan dengan warung milik pelapor, dan saat anak pelapor bernama Wahyuni mendatangi terlapor Albert Nainggolan di warung Kocu sambil menanyakan, “Kau apain mama ku”, namun tiba-tiba adik terlapor bernama Rimbun Nainggolan langsung memukul pipi sebelah kanan Wahyuni dan mengatakan “Kau jangan ikut campur? sembari menodongkan senjata api kearah kepala Wahyuni.

Kemudian, ia lari ke warung miliknya dan mengadu ke ibunya, dan pelapor bersama dengan anaknya mendatangi tempat keributan semula di warung Kocu lalu pelapor menanyakan kepada Albert Nainggolan, “Kok sampai kau pukul anak ku”, merasa tidak senang Albert langsung memukul Neneng dan anaknya, sambil mengusir dengan perkataan “pulang kalian sana”, atas tindakan itu pelapor tidak senang dan langsung membuat laporan ke Polsek Medan Timur.

Selanjutnya, korban telah membuat laporan Dumas (Pengaduan Masyarakat) ke Polda Sumatera Utara pada Senin, (26/6/2021) tahun lalu dengan nomor : Dumas/70/VI/2020/wassidik.

Dalam dumas tersebut diterangkan bahwa tidak pernah menerima SP2HP dari penyidik satreskrim Polsek Medan Timur, “Saya memohon kepada Polisi agar kasus saya segera dituntaskan dan saya hanya mencari keadilan di Negara ini,”tutur Neneng sembari diaminkan suaminya.

Tidak hanya itu, Neneng dalam laporan Dumasnya mengungkapkan dan memohon kepada Direskrimum Polda Sumut atau Kabag Wassidik untuk melaksanakan gelar perkara demi keadilan dan kepastian hukum sesuai Pasal 27 ayat 1 UUD 1945 yang berbunyi “Segala warga negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan pemerintahan wajib menjunjung hukum dan pemerintah itu dengan tidak ada kecualinya.

Penulis : Bonni T Manullang

Editor : T.Sitompul

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *