3 Pasien Di Taput Diduga Suspek Covid-19 Dinyatakan Negatif

0
329

TAPUT,WARTAPENARIAU.com-Direktur Utama RSUD Tarutung, dr Janri Nababan MM dan Dinas Kesehatan Taput beserta tim menggelar siaran pers, bertempat di Ruang Kerja Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan, terkait adanya informasi warga Tapanuli Utara diduga suspect Corona, Tarutung, Kamis, (05/03/2020).

Kegiatan tersebut dihadiri Dinas Kesehatan diwakili Kabid P2P, Risma Panjaitan SKM didampingi Kepala Seksi Surveilens dan Imunisasi, dr Rustam Simbolon bersama anggota tim yang terdiri dari Dinas Kesehatan dan Puskesmas Hutabaginda.

Direktur Utama RSUD Tarutung juga mengungkapkan, pihaknya telah melakukan screning awal sebagai diagnosa awal terhadap ke 3 orang pasien tersebut.

“Hasil diagnosa awal kita bahwa 3 orang yang diduga suspect dinyatakan negatif covit-19. Pada salah seorang terduga kita memang menemukan infiltrat gambaran infeksi paru, namun setelah dilakukan pemeriksaan darah, kesimpulan sementara masih negatif Covid-19, karena infeksi paru tersebut diakibatkan riwayat yang bersangkutan merupakan perokok aktif. Kategori “suspect” corona, minimal ditemukannya infiltrat pneumonia. Ini tidak, hanya infeksi paru,” jelas dr Janri.

“Setelah dilakukan pemeriksaan medis dan juga sesuai koordinasi kita dengan pihak Rumah Sakit Adam Malik, kita simpulkan hasilnya masuk dalam kategori orang dalam pemantauan (observasi),” ucap dr Janri.

Kepala Seksi Surveilens dan Imunisasi Dinas Kesehatan, Rustam Simbolon menjelaskan, salah seorang pasien mempunyai riwayat perjalanan dari luar negri termasuk pernah singgah di Singapore.

“Salah satu pasien yang terduga ini baru beberapa hari ini kembali ke Indonesia dan pada tanggal 3 maret lalu yang bersangkutan ini atas inisiatif sendiri dan itikat baiknya melakukan konsultasi dengan tenaga kesehatan dan langsung kita tindaklanjuti serta ditangani sesuai dengan SOP. Kita melakukan penyelidikan epidemiologi dan dilanjutkan pemeriksaan penunjang ke RSUD Tarutung,” lanjut dr Rustam Simbolon.

“Usai dinyatakan negatif, selanjutnya ke 3 orang terduga akan dilakukan observasi dengan diisolasi ditempat tinggal yang bersangkutan selama 14 hari yang akan berakhir pada tanggal 16 Maret ini. Kita akan melakukan pemantaun per 8 jam agar kita mengetahui perkembangan kondisi para pasien,” ucap dr. Rustam Simbolon.

Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Donna Situmeang SSos menjelaskan dalam  siaran Pers ini perlu dilakukan agar tidak terjadi kesimpang siuran informasi di tengah-tengah masyarakat.

”Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan MSi menginstrusikan kepada jajaran agar segera melakukan penanganan sesuai Standar Operasional Prosedur serta memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat. Kita juga meminta rekan-rekan media untuk memberikan info yang baik untuk menghilangkan keresahan di masyarakat. Selain itu, seluruh pihak diminta untuk tetap menghargai privasi para saudara kita ini sehingga tidak memperkeruh suasana,” ucap Donna Situmeang pada akhir acara tersebut.*** (Humpro/ramlan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here