Diduga Gara-Gara Minta Uang Mau Beli Es Krim, Seorang Ayah Tega Bunuh Kedua Anaknya

0
831

SUMUT,WARTAPENARIAU.com-Waduh, diduga hanya gara-gara anak minta uang mau beli es krim, seorang ayah tega membunuh kedua anak tirinya.

Peristiwa memilukan dan menggegerkan warga Jalan Brigjen Katamso Medan ini terjadi, Minggu (21/6/2020) pagi.

Kedua korban yakni I.F (10) ditemukan tak bernyawa di areal Gedung Sekolah Global Prima Jalan Brigjen Katamso Medan, dalam posisi terlentang sekitar pukul 09:00 Wib.

Untuk kondisi bagian wajah keadaan memar yang diduga akibat dibenturkan pelaku ke dinding tembok bangunan sekolah tersebut.

Sementara adiknya bernama R.A (5) ditemukan sekitar pukul 10:00 Wib di dalam lorong parit samping Gedung sekolah Global Prima dengan posisi terlentang ditutup dengan triplek dan karton.

Keterangan yang dihimpun wartapenariau.com menyebutkan peristiwa itu bermula Sabtu, (20/6/2020) sekitar pukul 14:00 Wib

Kedua korban menemui pelaku berinisilal Rah (30), ayah tiri mereka yang sedang bekerja sebagai kuli bangunan di sekolah tersebut untuk minta dibelikan es krim.

Pelaku mengatakan tidak ada duit, namun kedua korban terus memaksa meminta uang belikan es krim.

Selanjutnya pelaku mengajak kedua korban ke samping gedung bangunan sekolah. Kedua anak itupun menuruti ajakan pelaku karena diduga akan diberikan uang untuk beli es krim. Kemudian saat di lokasi kejadian, pelaku yang sudah emosi diduga menghabisi kedua anak tirinya hingga meregang nyawa.

Esok harinya, Minggu (21/6/2020) pukul 07:00 Wib, Fa (30) ibu kedua korban menanyakan keberadaan anaknya kepada pelaku lewat HP, “Mana anakku”.

Pelaku lalu menjawab tengok dan cari anakmu di sekolah. Selanjutnya istri kedua pelaku ini bersama adik dan neneknya serta warga dan aparat Babinsa mencari dan menemukan kedua korban sudah tak bernyawa di lokasi kejadian dalam keadaan sangat mengenaskan.

Kejadian itu dilaporkan ke Polsekta Medan Kota dan pelaku hingga Minggu malam masih dikejar polisi dan belum berhasil ditangkap.

Sementara jenazah abang adik dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Medan, guna dilakukan Visum.

Babinsa Kelurahan Sei Mati, Kecamatan Medan Maimun, Pelda MP Sitepu yang turun ke lokasi menyebutkan bahwa dua jenazah anak kecil ditemukan di lorong parit samping sekolah Global Prima dengan warga.

Perbuatan itu diduga dilakukan ayah tirinya, dan pihaknya saat itu meminta bantuan untuk memberi akses dari lokasi samping pintu sekolah karena kesulitan menjangkaunya.

“Pelaku dan korban tidaklah kami kenali dan kejadian bukanlah di dalam kompleks/bangunan sekolah. Sekolah hanya membantu memudahkan tugas aparat,”katanya.

Penulis: Bonni T Manullang

Editor : Nelson

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here