Tinggi hati mendahului Kehancuran

0
319

Mimbar Agama Kristen

Firman-Mu, pelita bagi kakiku, terang bagi jalanku

Amsal 18:12 “Tinggi hati mendahului kehancuran, tetapi kerendahan hati mendahului kehormatan” 13. Jikalau sesorang memberi jawab sebelum mendengar, itulah kebodohan dan kecelaannya, 14 Orang yang bersemangat dapat menanggung penderitaan, tetapi siapa akan memulihkan semangat yang patah? 15 Hati orang yang berpengertian menperoleh pengetahuan, tetapi telinga orang bijak menuntut pengetahuan.

Filipi 2:5-9

“Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus,6 yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah  itu sebagai milik yang harus dipertahankan,7 melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri , dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. 8 Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib. 9 Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama”

Banyak orang terburu-buru ingin mendapatkan promosi, karena merasa sudah memiliki kemampuan, sudah cukup berpengalaman, dan lain sebagainya. Kerendahan hati adalah sebuah kemampuan untuk bisa menyimpan janji janji Tuhan di hidupnya, mempercayai waktu dan cara Tuhan untuk mengenapinya.

Disamping itu kerendahan hati adalah kemampuan seseorang untuk melihat bahwa apa yang terbaik yang sudah dia capai bukan semata mata adalah hasil kerjanya. Tetapi pertama-tama karena anugerah Tuhan dan juga karena adanya orang-orang disekitarnya yang dipakai Tuhan untuk mendukung dan membawa keberhasilan

Seorang yang rendah hati tidak mengalami kesulitan untuk mengakui keterbatasannya, kelemahannya, ketidakmampuannya, bahkan kegagalannya. Namun di sisi lain juga rela membagi kelebihan dan kekuatannya di area tertentu untuk menolong orang lain.

Kerendahan hati adalah salah satu bentuk dari kedewasaan rohani seseorang, dimana orang tersebut bisa menguasai diri untuk setia, mengambil tanggung jawab yang dipercayakan kepadanya. Walaupun itu tanggung jawab kecil, yang dianggap tidak penting, tidak dikenal orang, tidak spektakuler dan tidak dikagumi banyak orang. Orang yang rendah hati adalah orang yang percaya bahwa melalui perkara kecil, Tuhan sedang mempersiapkan hidupnya untuk perkara yang lebih besar.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here