by

Rapat Penanganan Karhutla Di Dumai

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Satgas kebakaran hutan dan hutan (Karhutla) di Kota Dumai terus berupaya dan berjibaku melakukan pemadaman hingga pendinginan terhadap Karhutla dengan peralatan yang ada.

“Mengenai kesiapan dan kelengkapan sarana dan prasarana (sarpras) saat ini, kita memiliki 20 unit alat, diantaranya mini striker, beberapa alat pemadam bermesin honda dan kendaraan. Sarpras ini belum mencukupi, karena Kota Dumai masih membutuhkan lebih banyak alat dan kendaraan,”ungkap Kepala BPBD Kota Dumai, Afrilagan.

Menurut Afrilagan, anggaran khusus reaksi cepat yakni operasional yang diberikan untuk dipergunakan selama satu tahun. Alokasi untuk BBM 40 hari dan makan siang 60 hari selama satu tahun.

“Untuk itu kami berharap seluruh elemen bisa menggunakan anggarannya masing-masing dan Pemerintah dapat mengusulkan penambahan anggaran lagi,”harapnya.

214 Personil Dari Satgas Karhutla Diterjunkan

Untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di Kota Dumai, sebanyak 214 personil dari Satgas Karhutla diterjunkan untuk melakukan pemadaman dan pendinginan di sembilan (9) tempat kejadian perkara (TKP) Karhutla yang terjadi di Kota Dumai.

“Untuk di wilayah Kota Dumai, saat ini ada sekitar 7 titik hotspot dengan luas lahan gambut yang terbakar lebih kurang 50 hektar,”ungkap Dandim 0320/ Dumai, Letkol (Inf) Horas Sitinjak

Menurut Dandim 0320/Dumai, dibukanya posko terpadu ini sebagai central informasi bagi semua pihak, khususnya Satgas Karhutla di Kota Dumai dalam memantau perkembangan kondisi Karhutla guna skema perbuatan personil.

“Semua kegiatan penanganan karhutla harus terkoordinir, karena permasalahan ini merupakan permasalahan kita semua serta perlu efektivitas dan maksimal dukungan perlengkapan, sehingga apabila wilayah lain yang lebih riskan membutuhkan sarana dan prasarana dapat segera diberikan,”harap Horas Sitinjak dalam rapat evaluasi koordinasi penanganan Karhutla di wilayah Kota Dumai, Rabu (27/02/2019), bertempat di Posko Terpadu Penanganan Karhutla Jl. Putri Tujuh Kota Dumai.

Rapat evaluasi koordinasi penanganan Karhutla tersebut dihadiri oleh Asisten I Pemko Dumai, Syamsudin, Kabag Ops Polres Dumai, Kompol A. Gea, Manggala Agni Ops Dumai, Jusman, regu pemadam DKPP, Camat Se-Kota Dumai dan beberapa perwakilan perusahaan.

Dampak dari Kebakaran Hutan dan Lahan

Dampak dari kebakaran hutan dan lahan yang sedang terjadi di Kota Dumai, sebanyak 2.344 masyarakat Dumai menderita ISPA.

“Saat ini tercatat penderita ISPA sebanyak 2.344 orang dari angka normal pasien ISPA sebanyak 1.100 orang perminggu. Jadi ada peningkatan kasus akibat kabut asap dari Karhutla ini,”kata dr. Hafidz Perwana perwakilan Dinas Kesehatan Kota Dumai.

Kepolisian Resor Dumai telah menangani empat laporan polisi (LP) terkait karhutla dengan empat tersangka. “Dan saat ini masih kami lakukan penyelidikan lebih lanjut,”ujar Kapolres Dumai, AKBP Restika P. Nainggolan.***(JK)

 

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *