PT Norel “Tidak Indahkan Arahan Pemerintah”

0
259

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Kontraktor Konsorsium PT Norel dan LEN yang mempekerjakan pekerja 200 orang lebih untuk pembangunan pipa jaringan gas (Jargas) PGN di Kota Dumai tampak “tidak mengindahkan” arahan pemerintah soal penerapan Physical Distancing.

Padahal, semenjak wabah Corona Virus (Covid 19) melanda wilayah Indonesia,  pemerintah pusat dan daerah sudah mengambil sikap untuk menerapkan social distancing hingga physical distancing bagi warga agar jaga jarak antara yang satu dengan orang lainya.

Bahkan pemerintah meminta warga untuk membatasi keluar rumah, tidak berkumpul-kumpul, melarang mengadakan keramaian seperti acara pesta-pesta maupun melakukan ibadah di masjid, gereja dan rumah ibadah lainnya karena mengakibatkan terjadinya keramaian atau berkumpul.

Sebagaimana di Kota Dumai, pemerintah sudah melakukan sosialisasi penerapan social distancing, physical distancing hingga melakukan tindakan tegas dengan mengangkat sarana bangku disejumlah kedai oleh Satpol PP Kota Dumai karena masih terjadi keramaian atau kumpul-kumpul.

Akan tetapi arahan yang dilakukan pemerintah pusat dan daerah ini tampak tidak diindahkan oleh kontraktor konsorsium PT Norel dan LEN yang mempekerjakan pekerja 200 orang lebih untuk membangun pipa jaringa gas PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Kota Dumai.

Faktanya, para pekerja PT Norel ini dikumpul dibeberapa titik rumah untuk pemondokan para pekerja atau rumah kontrakan di Kota Dumai yang di sewa oleh pihak kontraktor sehingga terjadi keramaian (berkumpul) para pekerja dilingkungan warga.

Informasi yang diperoleh media ini, setidaknya ada lima titik disalah satu wilayah kelurahan di Kota Dumai untuk tempat pemondokan atau rumah sewa yang di tempati oleh para pekerja.

Diantaranya di lingkungan RT 05 satu rumah dihuni 52 orang para pekerja, di RT. 07 satu rumah ditempati 30 orang, RT. 09 dihuni 30 orang, RT.14 dihuni 63 orang dan di Rt 16 dalam satu rumah ditempati sebanyak 45 orang. Dengan situasi ini dapat mengakibatkan warga sekitar tidak nyaman dan resah.

Sebagaimana diketahui, para pekerja 200 orang lebih ini merupakan pekerja yang didatangkan dari Pulau Jawa (Jember) ke Kota Dumai oleh kontraktor konsorsium PT Norel dan LEN disaat covid 19 sudah melanda sejumlah daerah di Indonesia termasuk Kota Dumai.

 

Penulis: A.Tambunan

Editor : T.Sitompul

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here