Polres Toba Tangkap 4 Pemerkosa Anak Dibawah Umur

0
921

TOBA,WARTAPENARIAU.com-Kepolisian Resort (Polres) Toba menetapkan empat orang tersangka atas kasus pemerkosaan terhadap anak dibawah umur berinisial FS (17).

Penetapan ke empat tersangka disampaikan oleh Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya dalam konferensi Pers di Polres Toba di Porsea, Selasa (10/11/2020)

“LP pertama dengan nomor LP/322/XI/2020/SU/TBS tanggal 08 September 2020, TKP nya di dalam rumah di Desa Sibulele, Sibola Hotang Sas, Kecamatan Balige, Kabupaten Toba. Adapun tersangka atas nama DH (24) merupakan warga Lumban Tongatonga, Desa Tambunan, Kecamatan Balige,” ujar Kapolres Toba, AKBP Akala Fikta Jaya.

Ia mengatakan dari hasil LP pertama, diketahui bahwa korban FS merupakan pacar tersangka yang baru dikenal lewat akun media sosial facebook. Tersangka DH mengaku baru pertama kali bertemu korban dan membawa korban ke salah satu cafe di Kecamatan Laguboti, lalu korban dibawa ke rumah saudara pelaku di Desa Sibulele dan pada hari Minggu (8/11/2020) dini hari, sekira pukul 01.00 Wib, pelaku membujuk korban dan memaksa melakukan hubungan suami istri

“Sekira pukul 04.00 Wib, korban dibawa keluar untuk diantar pulang, namun tersangka meninggalkan korban sendirian di pinggir jalan di sekitar salah satu hotel ternama di Sibola Hotang Sas,”Sebut Akala

Ditambahkan, kepada tersangka DH, polisi menetapkan Pasal 81 ayat (1) jo pasal 76 D subs Pasal 82 ayat (1) jo Pasal 76 E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan pidana paling singkat 5 tahun dan paling lama 15 tahun.

“LP kedua dengan nomor LP/323/XI/2020/SU/TBS tertanggal 8 September 2020 dengan TKP di ruang kelas 1A SD 173550 Laguboti dengan waktu kejadian pada hari Minggu sekira pukul 05.00 Wib – 06.00 Wib,” ungkapnya.

Untuk kronologi kejadian pada LP kedua, merupakan masih ada kerterkaitan dengan LP pertama. Dimana pada saat korban FS ditinggalkan tersangka DH di jalan di Sibola Hotang Sas, datang delapan orang pemuda mengenderai 4 unit sepeda motor menemui korban.

“Dari hasil gelar perkara diketahui bahwa delapan pemuda tersebut baru pulang dari salah satu cafe di Balige, para pelaku melihat korban sedang berjalan kaki. Salah seorang pelaku bertanya mau kemana, korban menjawab hendak pulang ke Laguboti. Pelaku lalu menawarkan jasa untuk mengantar pulang korban dan korban pun mau,” ungkapnya.

Selanjutnya, dengan kejadian itu sebahagian teman-teman pelaku yang bukan warga Laguboti lalu pulang ke arah porsea, sedangkan ketiga pelaku warga Kecamatan Laguboti membawa korban ke sekolah SD 173550 Laguboti.

“Didalam ruangan gelap, ketiga pria hidung belang tersebut secara bergantian memperkosa korban hingga korban mengalami pendarahan hebat,” terang Kapolres

Tidak hanya itu, kata Kapolres, pelaku pertama berinisial AS(22) merupakan warga Kecamatan Laguboti, pelaku kedua inisial RN(24) warga Desa Sibuea, Kecamatan Laguboti dan pelaku ketiga inisial RS(24) warga Desa Sibuea, Kecamatan Laguboti,” Ujarnya

Kepada ketiga pelaku pada LP dua polisi mengenakan Pasal 81 ayat (1) dan ayat (3) jo pasal 76D subs Pasal 82 ayat (1) dan ayat (2) jo pasal 76E Undang-Undang RI Nomor 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak dengan pidana minimal 5 tahun dan paling lama 15 tahun ditambah 1/3 dari ancaman pidana karena dilakukan oleh lebih dari satu orang secara bersama-sama.

“Dari seluruh rangkaian peristiwa malang ini, pihak kepolisian telah mengamankan barang bukti berupa 1 helai kaos lengan pendek warna merah dengan tulisan Pekanbaru, 1 helai jaket warna pink, 1 helai celana jeans warna biru muda dengan bercak darah dan satu helai celana dalam warna krem dipenuhi bercak darah,” katanya seraya menyebut atas kasus tersebut sudah dilakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dan visum et reperetum(VER) sehingga berkasnya bisa secepatnya dilimpahkan kepada JPU.

Sumber Berita: waspada,id

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here