Polda Sumut Ungkap Identitas Pelaku Penembak Seorang Wartawan

0
172

SUMUT,WARTAPENAERIAU.com-Tim gabungan Polda Sumut berhasil mengamankan diduga pelaku penembakan seorang wartawan  di Kota Pematangsianttar.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak mengungkap identitas pelaku dan motif penembakan yang menewaskan seorang wartawan, Mara Salem Harahap di Kota Pematangsiantar.

Irjen Pol RZ Panca Putra  mengatakan, identitas pelaku penembakan yang diamankan adalah berinisial YFP (31) warga Siantar, dan S (57) warga Siantar, selaku pemilik Ferrari Bar dan Resto.

“Saya sudah sampaikan, siapapun yang bersalah, kita tindak tegas,”kata Kapolda  Sumut didampingi Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hasanuddin dan Dir Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaj, Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo dan Kapolres Pematangsiantar, AKBP Boy Sutan Binangan Siregar, Dan Pom Dam I/BB, Kamis (24/6/2021) sekitar pukul 17.20 Wib di Mapolres Pematangsiantar.

Diungkapkan  Irjen Pol RZ Panca Putra, motif  penembakan dilakukan para pelaku terhadap Marsal karena sakit hati. Para pelaku menyebut korban minta jatah uang sebesar Rp. 12 juta per bulan di Diskotik Ferrari, sehingga muncul niat menghabisi nyawa wartawan tersebut.

“Korban per hari diduga meminta dua butir ekstasi. Dengan asumsi, satu pil ekstasi seharga Rp.200.000. Maka korban meminta Rp.12 juta dalam sebulan,”ungkapnya.

Pelaku S yang merasa resah serta sakit hati terhadap korban, merencanakan penembakan untuk memberikan pelajaran. S kemudian memerintahkan seorang Staf Humas Ferrari Bar dan Resto berinisial YFP untuk membeli senjata api buatan Amerika seharga Rp.15 juta.

S juga meminta seorang pelaku yang saat ini masih dalam pengejaran sebagai eksekutor berinisial A, merupakan oknum TNI.

“S meminta kepada A seorang oknum TNI untuk mengeksekusi korban bersama YFP. Sebagai imbalannya, S memberikan uang senilai Rp.10 juta kepada A,” terang Irjen Pol RZ Panca Putra.

Dikatakan  Irjen Pol RZ Panca Putra, pihaknya baru mengamankan 2 orang pelaku dalam kasus penambakan  wartawan Mara Salem. Sementara 1 orang lainnya berinisial A yang merupakan oknum TNI masih dalam pengejaran.

Irjen Pol RZ Panca Putra menyebut, penangkapan 2 pelaku yang telah ditetapkan sebagai tersangka dilakukan setelah pihaknya memeriksa rekaman kamera CCTV dan sejumlah alat bukti lainnya. Atas perbuatannya, para tersangka ini dijerat Pasal 338 dan Pasal 340 KUHPidana.

“Saya ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan kepada Polri untuk mengungkap kasus ini,”Irjen Pol RZ Panca Putra.

Seperti diberitakan media ini sebelumnya, bahwa Mara Salem Harahap diketahui selama ini adalah seorang wartawan sekaligus pemilik media online di Pematang Siantar, Sumatera Utara, ditemukan meninggal dunia, Jumat (18/6/2021) dini hari.

Seorang wartawan dari media online di Kota Pematangsiantar diduga meninggal dunia usai ditembak oleh OTK.

Menurut keterangan Humas RS Vita Insani Pematang Siantar, Sutrisno Dalimunthe,  bahwa wartawan bernama Marasalem Harahap dibawa ke RS Vita Insani sekitar pukul 01.00 Wib.

“Mara Salem datang sudah dalam keadaan meninggal dunia dan dibawa ke RS Vita Insani menjelang pukul 01.00 Wib tadi,” kata Sutrisno.

Informasi yang berhasil dihimpun Wartapenariau.com, bahwa pada hari Jumat (18/62021)  sekitar pukul 23.30 Wib, Mara Salem Harahap, (42), ditemukan warga di dalam mobil dalam keadaan tidak sadarkan diri, sekitar 300 meter dari rumahnya. Warga Huta VII, Nagori Karang Anyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun. Selanjutnya Mara Salem dibawa ke rumah sakit Vita Insani di Kota Pematangsiantar.

Namun setibanya di rumah sakit korban dinyatakan pihak medis sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Menurut keterangan saksi, saat ditemukan terdapat luka tembak pada pangkal paha bagian kiri korban, namun luka tembak itu baru bisa dipastikan setelah dilakukan autopsi.
 
Proses autopsi akan dapat memastikan luka yang ada di tubuh korban dan penyebab kematiannya. Jasad pria yang berprofesi sebagai jurnalis sudah dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Medan untuk menjalani autopsi.***(Tim)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here