Pipa Jargas PGN Di Dumai Sejumlah Titik Ditanam Dangkal Tidak Sesuai Standar

0
201

DUMAI, WARTAPENARIAU.com-Ketua DPRD Kota Dumai, Agus Purwanto, S.T bersama anggota Komisi III turun kelapangan meninjau langsung kondisi pipa jaringan gas (jargas) PGN yang sempat membuat warga resah.

Para anggota Dewan yang turun kelapangan adalah menyikapi suara dan keresahan sejumlah warga atas peristiwa bocornya 3 (tiga) titik pipa jargas berbeda lokasi dimana membuat warga takut bahkan kuatir atas kejadian itu.

Selain Ketua dan anggota DPRD yang turun ke lokasi penanaman pipa jargas di wilayah Tanjung Palas, Camat Dumai Timur, Lurah Tanjung Palas, bersama stafnya, Rt, LPMK dan Dinas Lingkungan hidup maupun pihak PUPR Kota Dumai juga turut meninjau lokasi pipa jargas di wilayah itu.

Sebagaimana diekspos media ini sebelumnya, warga di kelurahan Tanjung Palas Dumai sempat di buat resah dan khawatir karena di wilayah tersebut terjadi kebocoran pipa jargas sehingga menimbulkan bau tidak sedap bahkan belakangan ada yang menyemburkan api.

Ketua DPRD dan para anggota Komisi III dewan maupun rombongan instansi yang turun meninjau jaringan gas tersebut menyaksikan fakta dilapangan kalau sejumlah titik pipa jargas PGN ditemui penanamannya sangat dangkal dan tidak sesui prosedur penanaman jargas.

Lurah Tanjung Palas, Aga Muhaimin, dihubungi terpisah oleh Wartapenariau.com, Jumat (5/2/2021) pasca rombongan dimaksud turun langsung meninjau pipa jargas kamis kemaren juga membenarkan temuan mereka beberapa titik pipa jargas ditanam sangat dangkal tidak sesuai standar.

Oleh karena itu, Aga Muhaimin menyebut dengan tegas meminta pihak PGN dan PT Norrel memperbaiki ulang seluruh pipa jargas yang ditanam dangkal dan tidak sesuai prosedur agar kejadian serupa tidak terulang, pinta Aga.

Disisi lain menurut anggota dewan pada media, bahwa dalam diskusi terkait teknis dengan pihak perusahaan dikatakan bahwa kedalaman pipa yang ditanam menuju rumah warga berkisar 20 hingga 40 cm, namun fakta di lapangan ada ditemukan penanaman pipa jargas cukup dangkal tidak sampai 5 cm.

“Ini sangat membahayakan bahkan dapat beresiko tinggi. pihak terkait di nilai berbohong karena apa yang disampaikan ke kita (DPRD) tidak sesuai dilapangan”, ujar anggota dewan ke media.

Menurut Hasrizal, proses kerja jaringan pipa gas adalah parsial tidak satu kesatuan maka DPRD Kota Dumai akan memanggil secara resmi pihak PGN dan mitra kontraktornya untuk mengambil sikap dan langkah-langkah selanjutnya.

“Kita harus menjaga psikologis masyarakat jangan sampai terjadi kecemasan,” ujar Hasrizal dengan tegas.

Terkait fakta dilapangan adanya temuan kalau pipa jargas ditanam dangkal dan tidak standar untuk penanaman jargas, crew Wartapenariau.com mencoba konfirmasi singkat dengan pihak PGN bagian Operation dan Maintenance, Santoso, namun hingga berita ini kembali dilansir tidak ada jawaban.

Penulis : Tambunan

Editor  : Tina Sitompul, S.Pd

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here