Nama Kepsek SMAN 2 Dumai Dicatut OTK

0
447

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Nama Kepala Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 2 Dumai dicatut orang tidak kenal (OTK) dengan modus OTK menelepon Wali murid SMAN 2 menyebut orang tua anak didik mendapat bea siswa bantuan terdampak covid-19.

Wakil kepala SMA Negeri 2 Dumai, Sahat Damanik, dihubungi Wartapenariau.com  siang tadi, Rabu (4/8-2021), membenarkan perihal dugaan penipuan oleh OTK tersebut karena OTK mencatut nama dia (Sahat Damanik) maupun Kepala SMAN 2, Drs Yulizar.

Oleh karena itu, Sahat Damanik, dengan segera menghimbau para orang tua murid/wali murid maupun peserta anak didiknya agar lebih berhati – hati dengan penipuan mengatasnamakan kepala sekolah atau guru sekolah tersebut.

“Mohon perhatian semua peserta didik/orang tua/wali murid. Apabila ada yang menelepon dari No. 085394714801 yang mengatas namakan Sahat Damanik Guru SMAN 2 danĀ  No. 085394714918 mengatas namakan Drs. Yulizar/ Kepala Sekolah nomor tersebut bukan nomor yang bersangkutan (Kepsek SMN 2 dan bukan nomor Wakil Kepsek-red),”ungkap Sahat Damanik kepada media ini sebagaiamana isi himbauannya.

Dijelaskan Sahat Damanik, modus operandi yang dilakukan seseorang (OTK) yang mencatut nama Sahat Damanik dan Yulizar, dengan menelepon orang tua murid menyebut anak Bapak/Ibu mendapatkan bantuan dari Pemerintah (Bantuan dampak Covid).

Karenanya, Sahat Damanik meminta para orang tua/wali murid atau para anak didiknya untuk tidak segera percaya atau jangan dilayani karena hal-hal seperti itu diduga sudah unsur penipuan.

Diakui Sahat Damanik, sudah ada orang tua murid SMAN 2 Dumai yang sempat dihubungi oleh OTK dimaksud dengan menyebut kalau dia adalah guru SMAN 2 Dumai atau mengaku Sahat Damanik.

Orang tua murid tersebut disuruh oleh OTK yang seolah-olah OTK tersebut adalah Sahat Damanik dengan menyebut agar orang tua murid tersebut menelepon atau menghubungi Kepala Sekolah SMN 2 Dumai Drs Yulizar dengan alasan kalau pak Yulizar sudah menunggu orang tua murid itu untuk membicarakan bea siswa bantuan dampak Covid yang akan diterima anak orang tua murid tersebut.

Bahkan tambah Sahat Damanik menjelaskan, mereka (OTK) pun meminta nomor Rekening. Pagi ini telah menimpa salah satu siswa SMA Negeri 2 Dumai. Penipu  menyatakan siswa tersebut mendapatkan Bantuan Covid dari Pemerintah sebesar Rp 3.750.000, dan untuk itu mereka meminta nomor rekening.

“Syukur orang tua belum sempat memberikan nomor rekening dan langsung mengkonfirmasi ke sekolah,”jelas Sahat Damanik.

Karenanya, Sahat Damanik juga meminta warga masyarakat Kota Dumai untuk lebih berhati-hati bila menerima telepon dari oknum-oknum yang menjajikan sesuatu agar tidak cepat percaya.

Penulis : Tambunan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here