by

Lurah Tanjung Palas:”Pipa Jargas PGN Bocor Semburkan Api Memicu Trauma Warga”

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Salah satu pipa jaringan gas (jargas) milik PT Perusahaan Gas Negara (PGN) di Wilayah Rt 01, Jalan Bangun Sari, Gang Nenas, Kelurahan Tanjung Palas, Kecamatan Dumai Timur, Kota Dumai, Minggu (24/1/2021) kemaren, mengalami kebocoran.

Informasi dihimpun Wartapenariau.com, bahwa kejadian pipa jargas bocor di wilayah kelurahan Tanjung Palas sejak PGN operasional sudah terjadi tiga kali, diantaranya kejadian di wilayah Rt 06, wilayah Rt 07 dan terkahir di wilayah Rt 01 yang bocor hingga menyemburkan api.

Atas peristiwa tersebut, sejumlah warga masyarakat di Kota Dumai khususnya wilayah Kelurahan Tanjung Palas menyayangkan kejadian itu karena mengundang keresahan bagi warga hingga mengalami trauma.

Lurah Tanjung Palas, Aga Muhaimin AMd, juga menyebut menyayangkan peristiwa pipa gas yang bocor menyemburkan api karena membuat warga ketakutan.

Aga Muhaimin AMd yang ditemui Wartapenariau.com di ruang kerjanya Kantor Lurah Tanjung Palas, pagi tadi, Selasa (26/1/2021), mengungkapkan ada dugaannya kalau pipa jargas yang mengalami kebocoran ditanam dangkal oleh pihak PT Norrel selaku pelaksana pekerjaan.

“Saya menduga ada pipa jargas yang ditanam dangkal oleh pelaksana PT Norrel. Kalau betul-betul ditanam dalam tidak mungkin bocor apabila ada warga membakar sampah disekitar pipa jargas”, terang Lurah itu.

Oleh karena itu lanjut Lurah, pihaknya (Aga Muhaimin-red) menyebut akan memanggil pihak perusahaan PGN dan Norrel untuk melakukan survei kelapangan kalau ada titik pipa jargas yang ditanam dangkal.

“Kita akan panggil pihak perusahaan baik PGN maupun PT Norrel selaku pelaksana pekerjaan penanaman pipa jargas untuk survei dan evaluasi kelapangan hingga dicek kembali manakala ada pipa jargas lainnya ditanam dangkal,”imbuh Aga Muhaimin, sembari juga menyebut berkoordinasi dengan Rt, LPMK dan pihak terkait.

Disinggung soal kebocoran pipa jargas yang sudah terjadi berulangkali, diakui lurah sudah beberapa kali dapat laporan dari warga namun pihak perusahan kata Aga Muhaimin cepat respon dan mengatasi kebocoran.

Atas berulangnya kejadian bocornya pipa jargas di Wilayah kerja kelurahan Tanjung Palas, Lurah Aga Muhaimin menghimbau dan meminta pihak perusahaan untuk membuat tanda atau plang rambu ditanami diseluruh jalur pipa jaringan gas.

Sementara itu, ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Tanjung Palas, Rifai Hasbi, kepada Wartapenariau.com juga menyebut kecewa dan menyayangkan kejadian bocornya pipa jargas di wilayahnya.

“Ini menyangkut keselamatan warga karena akibat kejadian itu warga sekitar dibuat takut dan trauma”, ujar Rifai Hasbi seraya menyayangkan peristiwa tersebut.

Terkait kejadian bocornya pipa jargas hingga sudah tiga kali, ketua LPMK Tanjung Palas, Rifai Hasbi, menuding PT PGN memberikan pekerjaan ke PT Norrel tidak bagus.

“Kita kecewa dengan PT Norrel karena sudah 3 kali pipa jargas di wilayah tanjung Palas bocor,” tandas Rifai Hasbi.

Senada dengan pengakuan Lurah Tanjung Palas, Aga Muhaimin, Ketua LPMK, Rifai Hasbi menyebut saat dimulainya operasional gas dipakai oleh warga, pihak PGN tidak ada pemberitahuan kepada mereka baik kepada lurah maupun kepada LPMK.

Oleh karena itu kata Rifai Hasbi berharap agar pihak perusahaan melakukan pengecekan kembali seluruh pipa jargas yg ditanam agar tidak terulang kembali.

“Saya meminta pihak perusahaan agar melibatkan warga Tanjung Palas untuk pekerja karena orang tanjung palas yang tau wilayahnya,”kata Hasbi.

Dihubungi terpisah oleh Wartapenariau.com terkait kejadian pipa jargas yang bocor dan menyembur api, Humas PGN, Ahmadsyah, mengaku spek dan kedalaman pipa sudah memenuhi untuk sambungan jargas.

“Kebocoran tersebut lebih dikarenakan adanya kegiatan dari pihak eksternal pak,”ungkap Ahmadsyah mengaku.

Ahmadsyah menyebut kalau informasi yang diperolehnya ada warga bakar kasur bekas diatas jaringan pipa.

“Iya pak, dari informasi yang saya terima dilapangan ada kegiatan warga lagi bakar kasur diatas jaringan pipa.,karena didalam kasur ada kemasukan ular,” jelas Ahmadsyah.

Namun apa yang disampaikan Ahmadsyah soal warga yang membakar kasur diatas jaringan pipa kontra dengan pengakuan Ahmadsyah diatas yang menyebut bahwa spek dan kedalaman pipa sudah memenuhi untuk sambungan jargas.

Artinya, kalau kedalaman penanaman jaringan pipa gas sudah memenuhi spek dan kedalaman tentunya walau warga membakar kasur bekas diatas jargas pipa gas tidak akan berpengaruh atau tidak akan bocor sebagaimana diakui lurah Tanjung Palas, Ega Muhaimin AMd.

Penulis : Tambunan

Editor: T.Sitompul.

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *