Lurah Kwala Bekala “Pecat Kepling Secara Non Prosedural”

0
798

SUMUT,WARTAPENARIAU.com-Puluhan warga lingkungan 10, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, Sumatera Utara sangat kecewa atas kebijakan Lurah Kwala Bekala yang memecat salah seorang kepling mereka atas nama Juliaty (51) Selasa, (28/07/2020).

Pasalnya, warga lingkungan X sudah merasa nyaman dengan keberadaan dan kinerja dari Juliaty yang menurut warga sudah bekerja dengan sepenuh hati dan kerap membantu warga di lingkungan X dengan ikhlas dan tulus.

Keluhan itu disampaikan warga kepada wartapenariau.com dilingkungan mereka dan diketahui selama ini keplingnya sudah bertugas selama 20 tahun di lingkungan X, Kelurahan Kwala Bekala, Kecamatan Medan Johor, olehnya warga lingkungan X merasa kecewa dan tidak masuk akal dengan pemecatan keplingnya.

Juliaty Bangun saat ditemui wartapenariau.com mengemukakan semua keluh-kesah yang dialaminya, Selasa, (28/7/2020) malam. “Awalnya saya disuruh Lurah bang ke kantor untuk menandatangani surat fisik (surat tanah perencanaan jalan) tanggal Jumat 24/7/2020, tiba-tiba sekretaris Lurah memberikan sepucuk surat kepada saya, dan ternyata isi surat tersebut pemecatan saya bang, surat pemecatan tersebut dikeluarkan Kamis 23/7/2020, kan gak masuk akal bang”, Ujarnya penuh tanya-tanya.

Juliaty Bangun tambahkan bahwa pemecatan itu sebelumnya tanpa ada surat peringatan dari lurah yang ditujukan kepadanya dan Lurah main pecat saja, “Sepertinya dunia ini milik dia mungkin,”ujarnya.

Herannya lagi lanjut Julaty Bangun, ketika ia hendak bertanya kesalahannya kepada Lurah apa yang ia perbuat selama bekerja dan atas kesalahan apa, alih-alih lurah memberi jawaban yang memuaskan kepada dirinya, Lurah justru beralasan pertama konon katanya ada pengaduan warga kalau kepling pernah meminta meterai kepada warga, dan kedua lurah menduga ia memasukkan judi ikan di rumah, dan ketiga ia dituduh lurah telah menghubungi lurah pada saat seorang marinir melukai warganya.

Alasan yang disampaikan Lurah nampaknya tidak masuk akal kepling dan semu disanggahnya.”Itu tidak benar saya meminta meterai kepada warga, sama sekali tidak pernah, tapi saya mengatakan kepada warga, kalau bukan kartu keluarganya warga saya, itu membuat pernyataan diatas meterai, bukan meminta meterai,”ujar Juliaty Bangun tegas.

“Saya tidak pernah memasukkan judi ikan dirumah saya, saya sebagai kepling dan pengayom masyarakat, mana mungkin saya memasukkan judi ikan dirumah saya,”tambahnya

“Saya sudah menghubungi Lurah bang, tapi tidak aktif Hpnya, lalu saya menghubungi Babinsa Kelurahan Kwala Bekala untuk datang membantu, karena sudah kalap dan tidak tahu harus bagaimana lagi,”keluh Juliaty lagi.

Diceritakan, ia dengan gerak cepat langsung menghubungi Tokoh Pemuda yang ada di kelurahan Kwala Bekala Leo Sitorus. “Pak Leo inilah yang mendampingi saya bang untuk menenangkan situasi,”beber Juliaty Bangun.

Terpisah, Lurah Kwala Bekala, ketika hendak dikonfirmasi wartapenariau.com via telepon genggam, Selasa (28/7/2020), beralasan jaringan putus-putus dan mengarahkan untuk menemui dikantornya saja, “Signalnya tidak bagus bang, berbayang-bayang, suara abang timbul tenggelam,”ujarnya singkat.

Penulis: Bonni T.Manullang

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here