Kunci keberhasilan

0
791

Mimbar Agama Kristen

Sebelum kamu melakukan aktivitasmu, apakah kamu sudah berdoa pagi hari ini. Apakah kamu sudah mendoakan keluargamu.? Apakah kamu sudah mengajar anak-anakmu untuk berdoa di pagi hari ini.?

Apakah kamu sudah renungkan Firman Tuhan?….Renungkan Firman Tuhan.  Katakan hidup ini adalah kesempatan. Hidup ini untuk melayani Tuhan.Jangan sia-siakan waktu yang Tuhan beri. Hidup ini harus jadi berkat.

Oh Tuhan pakailah hidupku.Selagi aku masih kua. Bila saatnya nanti. Ku tak berdaya lagi. Hidup ini sudah jadi berkat. Oh Tuhan pakailah hidupku. Selagi aku masih kua. Bila saatnya nanti. Ku tak berdaya lagi. Hidup ini sudah jadi berkat.

Bahwa hidup mengandalkan Tuhan adalah kunci keberhasilan. Namun, apakah pengertian mengandalkan Tuhan itu? Bagaimana wujudnya? Apakah berarti kita cukup berdoa saja?

Sebagian orang berpikir bahwa mengandalkan Tuhan berarti bergantung total kepada Tuhan. Menyerahkan semua persoalan hidup yang menyangkut pemenuhan kebutuhan jasmani kepada Tuhan.

Mengandalkan Tuhan dengan benar berarti menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber kebahagiaan, satu-satunya yang kita inginkan. Tanpa Tuhan, kita tak berdaya. Bersama Tuhan, kita merasa cukup. Segala tindakan kita bersumber dan ditujukan pada Tuhan. Merasa bahagia saat melakukan segala sesuatu bagi Tuhan. Melakukan tugas dengan baik dan benar serta penuh tanggung jawab, baik tugas dalam rumah tangga, di tempat kerja, di gereja, maupun di tengah masyarakat. Ya, mengandalkan Tuhan berarti menjadikan Tuhan sebagai satu-satunya sumber sukacita dan motivasi hidup kita.

YEREMIA 17 5 Beginilah firman TUHAN: “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN. 6 Ia akan seperti semak bulus di padang belantara, ia tidak akan mengalami datangnya keadaan baik; ia akan tinggal di tanah angus di padang gurun, di negeri padang asin yang tidak berpenduduk. 7. Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! 8 Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah. 9.Betapa liciknya hati lebih licik dari pada segala sesuatu, hatinya sudah membatu: siapakah yang dapat mengetahuinya? 10 Aku, TUHAN, yang menyelidiki hati, yang menguji batin,untuk memberi balasan kepada setiap orang setimpal dengan tingkah langkahnya, setimpal dengan hasil perbuatannya.

Renungkan Firman Tuhan yang tertulis di dalam Maleakhi 3: 10 Bawalah seluruh persembahanmu persepuluhan itu ke dalam rumah perbendaharaan, supaya ada persediaan makanan di rumah-Ku dan ujilah Aku, firman Tuhan semesta alam, apakah Aku tidak membukakan bagimu tingkap-tingkap langit dan mencurahkan berkat kepadamu sampai berkelimpahan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here