Kenaikan Yesus Ke Sorga Dan Hari Pentakosta

0
313

Mimbar Agama Kristen

Edisi Khusus Kenaikan Tuhan Yesus ke sorga dan Hari Pentakosta, 24 Mei 2020

Shalom, salam sejahtera buat kita sekalian, saudara-saudaraku yang saya kasihi dalam Kristus Yesus. Peristiwa kenaikan Tuhan kita Yesus ke sorga harus menjadi momentum besar bagi setiap orang percaya di seluruh penjuru dunia.

Peristiwa ini sekaligus penantian akan janji Bapa kepada kita yaitu Roh Kudus yang akan di terima oleh murid-murid di Yerusalem dan semua umat Tuhan lainnya yang sekarang kita peringati sebagai hari Pentakosta.

Peristiwa kenaikan Yesus ke sorga dicatat di Injil Lukas 24:50-53.  Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania. Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka.

Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga. Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah

Dan dalam kitab Kisah Para Rasul 1:4-8 juga sangat jelas dicatat. “(4) Pada suatu hari Ia makan bersama-sama dengan mereka, Ia melarang mereka meninggalkan Yerusalem, dan menyuruh mereka tinggal di situ menantikan janji Bapa. (8) Tetapi kamu akan menerima kuasa, kalau Roh Kudus turun ke atas kamu, dan kamu akan menjadi saksi-Ku di Yerusalem, dan di seluruh Yudea dan Samaria dan sampai ke ujung bumi.”(TB).

Saudara-saudaraku sekalian peristiwa hari pentakosta adalah peristiwa yang sangat penting bagi perjalanan gereja-Nya mula-mula yang menerima janji Bapa yang juga pernah di nubuatkan oleh nabi Yoel, Yoel 2 :28-29. “Kemudian dari pada itu akan terjadi, bahwa Aku akan mencurahksn Roh-Ku ke atas semua manusia, maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi, teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan. Juga ke atas hamba-hambamu laki-laki dan perempuan akan Kucurahkan Roh-Ku pada hari-hari ini. (TB). Apa yang dinubuatkan oleh Nabi Yoel digenapi setelah peristiwa kenaikan Yesus Kristus ke sorga atau pada hari pentakosta (Kisah Para Rasul 2).

Pertumbuhan dan perkembangan gereja mula-mula tidak lepas dari peranan Roh Kudus yang dicurahkan Bapa yang dimulai di Yerusalem sesuai dengan nubuatan Yoel 2:28-29

Saudara-saudaraku yang  saya kasihi, sangatlah penting mengenal Roh Kudus yang bukan saja sumber kuasa tetapi Roh Kudus adalah Pribadi Allah itu sendiri yang setia menyertai, menghibur, menolong, mengajar dan menginsafkan kita akan kesalahan-kesalahan kita. Sebab tubuh tanpa Roh adalah mati, demikian juga gereja tanpa Roh Kudus yang memimpin dan berkarya, pastilah gereja itu akan mengalami kekeringan dan kegersangan dan yang berujung kepada kematian.

Oleh karenanya kita patut bersyukur di hari pentakosta ini di hari yang sangat hebat yang menjadikan gereja-Nya yang sejatiya adalah orang-orang percaya yang hidup di penuhi Roh Kudus yang mengerjakan  yang pertama hati kita, roh jiwa kita dan tubuh kita yang diperbaharui seperti yang Allah berikan kepada Israel di tanah pembuangan, Yehezkiel 36:26. “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru, di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. (TB).

Melalui hari pentakosta yang mulia ini, marilah kita membawa keluarga kita dan seisi rumah kita untuk mendapatkan janji Bapa itu, yaitu Roh-Nya yang akan mengerjakan sesuatu yang baru di setiap langkah hidup kita, hati yang baru, pikiran yang baru dan roh yang baru serta ketaatan kepada Allah akan menjadi kesukaan kita setiap hari sehingga kita semuanya menghasilkan buah’ Roh Kudus sesuai firman Tuhan dalam Galatia 5:22 -23, “Tetapi buah Roh ialah; kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kesetiaan, kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada bukum yang menentang hal-hal itu.”(TB).

Sebagai gereja Tuhan, kita harus bertumbuh natural dan supranatural, marilah kita memberikan seluruh hidup kita untuk di pimpin Roh Kudus yang menolong kita sampai hari-hari terakhir. Semua kesusahan yamg kita hadapi ini, pandemi covid -19 ini, adalah bagian dari perjalanan gereja-Nya yang hidup di akhir zaman, maka pesan Tuhan dalam Yoel 2:38-29 dan Kisah Para Rasul 1:8 menjadi dasar kita untuk berharap akan musim yang baru sesudah pandemi ini berakhir, sehingga kita mampu menjadi saksi-saksi Kristus di mulai dari Yerusalem, seluruh Yudea, Samaria dan sampai ke ujung bumi. Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus Kepala gereja yang menyertai kita sampai kesudahan zaman. Salam sehat, Kasih karunia Allah menyertai saudara-saudara sekalian.

Sumber: goodNews_gpps_immanuel_Kota_Dumai.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here