Dugaan Korupsi Proyek Renovasi Sekolah Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai Menunggu Hasil Audit BPKP

0
291

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Kasus dugaan korupsi atas proyek renovasi sekolah Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai yang sudah masuk ranah penyelidikan tim Tipikor Polres Dumai sempat sorotan sejumlah pihak.

Pasalnya, sejak dilakukan penyelidikan oleh tim tipokor Polres Dumai atas kasus dugaan penyalahgunaan anggaran renovasi gedung eks terminal agrobisnis menjadi sekolah politeknik kelautan dan perikanan Dumai sudah menyita waktu hingga satu tahun lebih tidak kunjung naik ketingkat penuntutan.

Oleh karena itu, menjawab sorotan dan kecurigaan publik atas tindaklanjut proses kasus dugaan korupsi renovasi gedung dan pembangunan Wisma Sekolah Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai yang sudah dilakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi ditanggapi Polres Dumai.

Kapolres Dumai,AKBP Andri Ananta Yudhitira, S.I.K. M.H melalui Kasat Reskrim Polres Dumai, AKP Fajri, S.I.K, S.H, saat dihubungi Wartapenariau.com  mengungkapkan kalau pihaknya (Polres) Dumai masih terus memproses kasus tersebut dan sedang tahap perhitungan atau audit pihak BPKP Provinsi Riau.

“Iya sedang diproses saat ini dan penghitungan dari BPKP Provinsi Riau,”ujar Kasat Reskrim Polres Dumai, via WhatsAppnya, Jum’at (16/7/2021).

Sebagaimana diberitakan media ini sebelumnya, gedung Terminal Agrobisnis di Jalan Wan Amir, Pangkalan Sesai, Kecamatan Dumai Barat, Kota Dumai, Riau, sejak dibangun puluhan tahun silam tidak pernah difungsikan sebagaimana peruntukkannya sebagai sarana distribusi komoditas hasil pertanian untuk pasar domistik maupun ekspor.

Alhasil gedung agrobisnis ini beberapa tahun kemudian sempat dijadikan kantoran Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemerintah Kota Dumai. Namun berjalan tahun Kantor Dinas Kehutanan dan Perkebunan Pemko Dumai pindah kantor.

Dan setelah berjalan tahun, eks bangunan gedung agrobisnis yang dibangun menelan anggaran APBN miliaran tersebut pun dirubah fungsi menjadi sekolah Politeknik Kelautan dan Perikanan Dumai oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan RI.

Untuk merubah fungsi menjadi sekolah politeknik kelautan dan perikanan maka terlebih dahulu dilakukan renovasi gedung untuk penyesuaian standar ruang belajar dan asrama peserta didik politeknik kelautan itu.

Sebagaimana tertuang di LPSE Kementerian Kelautan dan Perikanan RI, anggaran yang terserap untuk proyek renovasi gedung agrobisnis dan bangunan wisma sebesar Rp 18 lebih berasal dari angaran Kementerian Kelautan dan Perikanan RI melalui APBN tahun 2017 dimenangkan oleh PT Sahabat Karya Sejati.

Namun dilihat kasat mata dari fisik gedung yang direnovasi dan asrama peserta didik yang dibangun pihak kontraktor pemenang seakan mengundang sorotan publik. Kenapa demikian karena renovasi fisik dan bangunan asrama terkesan tidak sebanding dengan besaran anggaran yang digelontorkan.

Oleh karena itu, terhadap proyek renovasi dan pembangunan asrama peserta didik sekolah politeknik kelautan dan perikanan Dumai tersebut diduga ada kerugian negara sehingga unit tipikor Polres Dumai pada awal tahun 2019 lalu melakukan pengusutan.

Penulis : Tambunan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here