Camat Dumai Timur Sidak Perusahaan Swasta Terkait Protokol Kesehatan Antisipasi Covid-19

0
431

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Kamis (09/04/2020), Camat Dumai Timur, Zulfahren, inspeksi mendadak (sidak) kesiapan perusahaan-perusahaan swasta yang beroperasi di kelurahan Buluh Kasap.

Sidak dilakukan terkait kesiapan perusahaan-perusahaan dalam protokol kesehatan antisipasi Covid-19.

Hadir dalam sidak tersebut, Kapolsek Dumai Timur, Kompol Bustanuddin SH, Koramil 01 Kota Dumai, Kapten.Inf M.Ardhan, Babinsa Buluh Kasap, Peltu Wawan, Lurah Buluh Kasap, Ganda dan Kapolsek Kawasan Pelabuhan (KKP), AKP Sahala Marpaung dan Bripka Adeb.

Tempat pertama dikunjungi, PT.Wilmar Nabati Indonesia (WNI). Kedatangan Camat disambut supervisor Yanto.

Tampak perusahaan belum menjalankan protokol kesehatan. Yang terlihat hanya 1 buah kran air disamping pos penjagaan di pintu belakang pabrik.

Tidak ada spanduk peringatan antisipasi Covid-19, hand sanitizer dan sabun cair. Tertangkap basah tidak menjalankan protokol kesehatan Camat Zulfahren dan Kapolsek  AKP Sahala Marpaung menegur dengan keras supervisor Yanto.

“Sesuai surat edaran Menteri Perindustrian nomor:4 tahun 2020, peraturan pemerintah no.21 tahun 2020, dan Keppres no.11 tahun 2020 dan peraturan Menteri kesehatan no.9 tahun 2020 bertujuan mendukung industri dalam berproduksi namun sesuai dengan protokol kesehatan antisipasi Covid-19 di perusahaan PT Nagamas Palm Oli yang dianjurkan Badan Kesehatan Dunia (WHO),” terang Camat Zulfahren.

“Segera Pak, siang ini kami sediakan semuanya,” jawab Yanto.

Ditempat kedua, PT.Inti Benua Perkasa (IBP), humas Yulianti dan jajaran staff sambut rombongan sidak Camat Zulfahren dan Kapolsek AKP Sahala Marpaung.

Oleh kedua pejabat tersebut, aturan hukum dan himbauan pemerintah yang sama disampaikan.

Hal serupa dijumpai Camat dan kapolsek. Hanya Thermo Gun yang tersedia di pos pintu masuk. Yulianti berjanji akan menyediakan semua persyaratan yang diminta kedua pejabat.

Berjalan ke tempat ketiga, PT.Nagamas Palm Oil (NPO), Humas Franky tampil keluar menyambut kedua pejabat.

Disini temuan yang dijumpai sudah agak berbeda. Sabun cair cuci tangan dan thermo gun dan handsanitizer sudah tersedia di pos pintu masuk.

3 kran cuci tangan dan sabun cair diluar pos pintu masuk dan Thermo Gun sudah tersedia. Dan di depan kantor, tersedia 3 kran dan sabun cair. Namun yang mengecewakan kedua pejabat adalah para pegawai yang bekerja di kantor tidak semua menggunakan masker.

Tampak spanduk pencegahan Covid-19 terpampang di dinding pintu masuk, kedua pejabat. Dan mengingatkan tentang protokol kesehatan mencegah Covid-19.

Demikian juga tempat ke empat, PT.Kuala Lumpur Kepong (KLK) Dumai. General Affair (GA) Nouvri mendapat teguran. Hanya 1 kran air dan 1 botol kecil sabun cair yang tersedia, itupun di pojok dalam tersembunyi dengan poster kertas folio tentang antisipasi Covid-19.

GA Nouvri mendapat teguran keras dari kedua pejabat. Setelah GA Nouvri berjanji melengkapi semua persyaratan protokol kesehatan antisipasi Covid-19, kedua pejabat meninggalkan lokasi.

Tempat terakhir yang dikunjungi berada di area PT.Wilmar Nabati Indonesia (WNI). Jika pada kunjungan pertama tadi berada di pintu belakang pabrik, kali ini kunjungan lewat pintu depan.

Humas PT.WNI Marwan menyambut kedatangan rombongan. Temuan di lapangan hanya ada 2 kran air dan 1 botol sabun cair yang tersedia. Lagi-lagi kedua pejabat tersebut menegaskan agar sore nanti semua disediakan sebagaimana yang telah diimbauan pemerintah. Pukul 9.30 Wib rombongan menyelesaikan sidak.

Penulis  : Effendy Sitompul

Editor    : Nelson

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here