Ada Yang Tahu Kepanjangan SUDAKO?

0
2384

MEDAN,WARTAPENARIAU.com-Warga Kota Medan yang hidup di era tahun 1970-an hingga tahun 1990-an, pasti mengenal nama Sudako, yang merupakan alat transportasi darat, namun keberadaan Sudako di zaman digital saat ini, mulai habis diterpa zaman.

Sudako adalah kendaraan umum Kota Medan yang masih eksis hingga sekarang, namun sedikit keberadaannya. Sebagian masyarakat Medan menyebut Sudako dengan angkot atau bahkan motor. Biasanya warga Medan menyebut mobil hanya untuk kendaraan pribadi.

Berbeda dengan angkutan umum lainnya para penumpang Sudako naik dari arah belakang, duduk berhadap-hadapan dikursi panjang dengan kapasitas 10 sampai 16 orang.

Orang Medan mempunyai kebiasaan yang mudah akrab dengan orang yang baru ia kenal, tidak heran jika pertukaran informasi sering kali terjadi di dalam Sudako atau angkutan umum lainnya.

Di dalam Sudako terdapat tombol atau bel yang terletak di tengah-tengah atap Sudako, gunanya untuk memberitahukan kepada sopir bahwa penumpang sudah sampai di tujuan.

Mengapa? Itu dikarenakan adanya kaca penghalang antara penumpang dan supir. Jika tidak ada, maka untuk berhenti penumpang cukup berteriak “Pinggir bang” untuk memberitahukan kepada sopir bahwa penumpang sudah sampai ditujuan.

Sudako juga merupakan angkutan umum yang memiliki nilai sejarah cukup tinggi. Dibalik dikenalnya nama Sudako, banyak masyarakat Kota Medan yang tidak mengetahui, apa sebenarnya arti dari kata Sudako itu. Ada beberapa yang menyebutkan Sudaco adalah singkatan dari Sumatera Daihatsu Company (Sudaco dan kemudian dibaca menjadi Sudako).

Namun ada juga yang mengatakan Sudako adalah Suzuki, Daihatsu, Colt. Juga Sarana Umum dalam Kota. Mana yang betul juga masih misteri.

Tercatat Sudako pertama menggunakan minibus Daihatsu S38 dengan mesin 2 tak kapasitas 500cc. Di Jepang, type ini untuk pertama kali dijual pada tahun 1972. Sekarang ini, Daihatsu type ini sudah jarang terlihat, apalagi yang masih berbentuk Sudako. Jenis mobil ini kini banyak digunakan tukang duplikat kunci.

Mengikuti perkembangan zaman di saat itu,  pasca kehadiran Daihatsu S38, muncul Daihatsu Hijet 55 Wide dan kemudian diikuti Daihatsu Hijet 1.000. Karena faktor usia, perlahan jenis S38 menghilang dan digantikan dengan minibus keluaran lebih baru.

Untuk pertama kali Sudako memiliki  Lin atau Trayek 01 yang menghubungkan antara daerah Pasar Merah atau Jalan HM. Joni, Jalan Amaliun melalui Jalan Ismailiyah dan terminal Sambu, terminal pusat pertama angkutan penumpang ukuran kecil dan sedang di Medan.

Saat ini Sudako mulai sulit dijumpai, hanya dibeberapa daerah di Kota Medan saja, yang masih ada transportasi bersejarah ini. Apalagi kini taxi online sudah hampir menyebar di seluruh Kota Medan, yang membuat Sudako kini harus mengalah, seiring berkembangnya Zaman dan teknologi.

Penulis: Bonni T.Manullang dikutif dari Berbagai Sumber

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here