ROHIL,WARTAPENARIAU.com-Koalisi Aksi Mahasiswa Pemuda Anti Kriminal Rokan Hilir (KAMPAK Rohil) kembali melakukan aksi protes dengan membentangkan empat spanduk di sejumlah titik strategi, Rabu (22/04/2026).

Aksi ini menjadi bentuk kekecewaan sekaligus kritik terbuka terhadap kinerja aparat penegak hukum (APH) dan sikap pimpinan daerah yang dinilai tidak berpihak pada kepentingan masyarakat.
Ketua Umum HMI Cabang Rokan Hilir, Eka Rahayu Wijaya Pratama, secara tegas menyampaikan kekecewaannya terhadap sikap pimpinan daerah yang dinilai justru memberikan dukungan penuh kepada Kapolres Rohil.
“Ini sangat kami sesalkan, di tengah banyaknya persoalan yang dirasakan masyarakat, pimpinan daerah justru terlihat membela Kapolres. Kami tidak melihat adanya alasan kuat untuk memberikan apresiasi terhadap kinerja beliau selama menjabat,” tegas Eka.
Senada dengan itu, Ketua GPM Rohil, Fani Pratama, menilai kinerja aparat penegak hukum di Rokan Hilir jauh dari harapan publik.
“Kami melihat penegakan hukum tidak berjalan sebagaimana mestinya. Banyak persoalan yang tidak dituntaskan secara serius. Ini mencederai rasa keadilan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Ayatullah M. Faisal turut menyoroti sikap pimpinan daerah yang dinilai tidak peka terhadap kondisi masyarakat.
“Seharusnya pemimpin hadir untuk rakyat, bukan justru sibuk membela pihak tertentu. Kami mempertanyakan keberpihakan mereka, apakah masih untuk masyarakat atau sudah bergeser,” katanya.
Hal yang sama juga disampaikan oleh Adam Rahmansyah, yang menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk peringatan keras.
“Kami ingin menyampaikan bahwa suara masyarakat tidak bisa diabaikan. Jika kondisi ini terus dibiarkan, kami akan terus bergerak dengan aksi yang lebih besar,” ujarnya.
Dalam aksi tersebut, KAMPAK Rohil membentangkan empat spanduk berisi pesan-pesan kritis, di antaranya :
“Wabup uruslah rakyat jangan maju kali. Kapolres urusan kami, jangan karena tunggakan bapak tersedak.”
“Untuk adat dan masyarakat tak muncul, untuk Kapolres malah muncul. LAMR Rohil bicara adat, bukan menjilat.”
“Ketua DPRD Rohil tak beres, bukannya bela rakyat, tapi bela Kapolres.”
“Bupati, terima kasih atas diamnya, pertahankan.”
Aksi ini menunjukkan meningkatnya ketegangan antara elemen mahasiswa dan pemuda dengan pihak pemerintah daerah serta aparat penegak hukum. KAMPAK Rohil menegaskan akan terus mengawal isu ini hingga Kapolres Rokan Hilir benar benar di copot / mengundurkan diri.
Kapolres Rokan Hilir, ketika dikonfirmasi via telepon genggamnya terkait hal tersebut, namun hingga berita ini ditayangkan, Kapolres Rokan Hilir diduga masih memblokir nomor telepon genggam Pemimpin Redaksi WARTAPENARIAU.
Begitu juga Ketua DPRD Rokan Hilir, belum berhasil dimintai tanggapannya terkait hal tersebut.
Editor: T.Sitompul. Sumber: HMI Cabang Rokan Hilir Dan GPM Rohil












