Ketua RT.13 Diduga Bebas Jual Kawasan Hutan Secara Ilegal

DUMAI, HUKRIM, RIAU1248 Views

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Ketua RT.13 Selayang Pandang, Suarman,ketika diupayakan konfirmasi via WhatsAppnya, Kamis (4/7/2024), terkait dugaan ribuan hektar kawasan hutan dijual secara illegal kepada masyarakat di Kelurahan Batu Teritip, namun hingga berita ini ditayangkan, Suarman masih memilih bungkam.

Berdasarkan informasi dan bukti surat yang berhasil dihimpun media ini, Jumat (5/7/2024), bahwa Ketua RT.13, Selayang Pandang, Suarman dan kawan-kawannya (Dkk) diduga kuat telah menjual lahan kawasan hutan ribuan hektar secara ilegal kepada masyarakat yang datang dari daerah lain ke Kelurahan Batu Teritip, Kecamatan Sungai Sembilan,Kota Dumai.

Hal tersebut diperkuat dengan pengakuan Ketua Kelompok Tani Intens Bertani Sukses Bersama (IBSB), Sahala Sitompul kepada media ini. “Sudah ribuan hektar kawasan hutan dijual Ketua RT.13 kepada masyarakat di Kelurahan Batu Teritip. Yang sudah diblok tinggal jual ribuan hektar, sudah habis konsesi Diamond Raya Timber itu dikavling,”ungkap Sahala Sitompul.

Sahala Sitompul berharap kepada aparat penegak hukum di Kota Dumai untuk melakukan tindakan hukum kepada oknum ketua RT.13, Selayang Pandang, karena tindakan oknum ketua RT.13, Selayang Pandang diduga kuat telah merugikan negara ratusan Miliaran Rupiah, termasuk merugikan kelompok Tani IBSB dan Diamond Raya Timber yang miliki izin dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI.

“Oleh karena itu, kita minta kepada Bapak Kapolres Dumai untuk melakukan tindakan hukum kepada para mafia tanah yang semakin “merajalela” menjual lahan kawasan hutan secara ilegal di wilayah hukum Kelurahan Batu Teritip,”tegas Sahala Sitompul, Jumat (5/7/2024).

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa Ketua Kelompok Tani IBSB, Sahala Sitompul, telah melayangkan surat kepada Polres Dumai, pada tanggal 23 April 2024, terkait dugaan para mafia tanah melakukan penyerobotan lahan dan pengerusakan pagar besi diatas lahan Kelompok Tani IBSB, yang terletak di kawasan RT.13,Kelurahan Batu Tritip, Kecamatan Sungai Sembilan, Kota Dumai.

Dalam surat laporannya, Sahala Sitompul menjelaskan, bahwa dirinya selaku ketua Kelompok Tani IBSB telah mempunyai izin dari Kementerian Lingkungan Hidup Dan Kehutanan Republik Indonesia No.249 tahun 2024 untuk mengelola lahan seluas 580 hektar, kemudian atas lahan tersebut telah dikerjakan kelompok Tani IBSB dengan cara dibersihkan dengan alat berat dan sudah ditanam kelapa sawit seluas 130 hektar.

Kemudian pada tanggal 22 April 2024, ada dua kelompok orang datang ke lahan kelompok tani IBSB, yaitu Ketua RT 13, Suarman dan Anto Toji mengaku sebagai pemilik lahan diatas lahan kelompok tani IBSB, dan meminta kelompok tani IBSB untuk meninggalkan lokasi berserta alat berat yang beroperasi diatas lahan tersebut.

Bahwa setelah kejadian itu, beberapa hari kemudian kelompok tani IBSB selalu didatangi ketua RT.13, Suarman dan Anto Toji bersama kelompoknya sambil mengancam apabila tidak meninggalkan lokasi, maka alat berat yang sedang bekerja akan dibakar, sehingga kelompok tani IBSB merasa terancam dan dirugikan.

Selanjutnya pagar besi sebagai portal di pintu masuk lahan kelompok tani IBSB telah dirusak serta plang nama Kelompok Tani IBSB yang berada diatas tanah tersebut juga telah hilang dan rusak.

Atas peristiwa tersebut, kelompok tani IBSB mengalami kerugikan sebesar Rp.150 juta rupiah.***(TS).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *