Asisten Manager PT PLN UPT Pekanbaru Bungkam Terkait Ganti Rugi  

DUMAI, HUKRIM, RIAU391 Views

DUMAI,WARTAPENARIAU.com-Asisten Manager Keuangan Dan Umum PT.PLN (Persero) UPT Pekanbaru, Arif, ketika berulang kali dikonfirmasi media ini via WhatsAppnya, terkait ganti rugi tanah tempat berdirinya Sutet milik PT PLN di Kecamatan Dumai Selatan, namun hingga berita ini ditayangkan, Asisten Manager Keuangan Dan Umum PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru masih bungkam.

Hal tersebut menjadi perbincangan sejumlah masyarakat pemilik tanah di Kecamatan Dumai Selatan, dan bertanya kepada pihak PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru, tanggal dan tahun berapa tanah milik Eddy Susanto,dkk diganti rugi oleh PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru.? Apakah ada dokumen tanda sebuah pembayaran ataupun penerimaan uang (kwitansi) yang telah dilakukan oleh PT PLN dengan pihak Eddy Susanto, dkk.?

Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, Eddy Susanto, melayangkan surat kepada PT.PLN (Persero) (UPT) Pekanbaru, terkait pendirian Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi (SUTET) di atas lahan milik masyarakat yang terletak di Bukit Timah, Kecamatan Dumai Selatan,Kota Dumai.

Masyarakat pemilik tanah berharap kepada PT PLN UPT Pekanbaru untuk memberikan kompensasi sesuai Peraturan Menteri ESDM No.13 tahun 2021.

“Kami sebagai pemilik lahan yang sah, merasa tidak pernah diberitahukan dan tidak pernah dilibatkan dalam proses kegiatan pendirian Sutet di atas tanah kami. Keberadaan Sutet tersebut telah menimbulkan dampak negatif yang menyebabkan kerugian bagi kami pemilik tanah, antara lain tanah kami menjadi sulit dipasarkan dan selain itu, harga jualnya menjadi berkurang secara signifikan,”keluh pemilik tanah bernama R.Simatupang dan Eddy Susanto kepada media ini, via telepon genggamnya, Kamis (25/1/2024).

Menanggapi hal tersebut, Manager Unit Pelaksana Transmisi Pekanbaru, Andri Candra Kristian, dalam suratnya tertanggal 7 Februari 2024 mengatakan, bahwa berdasarkan hasil pengecekan/identifikasi  data yang telah dimiliki PT PLN, bahwa objek tersebut merupakan salah satu tower pada jaringan transmisi SUTT 150 KV section Duri-Dumai yang senyatanya telah dilaksanakan ganti rugi sejak tahun 1996 oleh PT PLN (Persero) sesuai ketentuan yang berlaku pada saat itu dan telah beroperasi sejak tahun 2002.

Anehnya, Manajer Unit Pelaksana Transmisi Pekanbaru, Andri Candra Kristian, tidak menjelaskan tanggal dan tahun berapa tanah milik Eddy Susanto, dkk diganti rugi oleh PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru dan kepada siapa ganti rugi tersebut diberikan oleh PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru.

Salah seorang warga Kota Dumai, R.Simatupang pemilik tanah menyatakan bahwa pihaknya tidak pernah menerima ganti rugi dari PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru sejak berdirinya Sutet diatas lahan miliknya yang telah memiliki bukti kepemilikan alas hak berupa Sertipikat.

“Pembayaran kompensasi harus diketahui pemilik tanahnya sesuai dengan nama yang tercantum dalam sertipikat.Tetapi kok bisa PT PLN ganti rugi tidak diketahui semua pemilik tanah,”tulis R.Simatupang kepada media ini,Selasa (13/2/2024).

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Ikatan Keluarga Masyarakat Batak Dumai (IKMBD), TP.Sitompul mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau terkait dana kompensasi yang diberikan PT PLN Unit Pekanbaru kepada keluarga R.Simatupang yang berdomilisi di Kota Dumai (anggota IKMBD).

“Pihak PT PLN (Persero) UPT Pekanbaru harus bisa membuktikan bahwa objek tempat berdirikan Sutet tersebut sudah diganti ruginya kepada pemilik tanah, yaitu kepada R.Simatupang dan kawan-kawannya. Kalau memang itu sudah diganti rugi oleh PT PLN kepada pemilik tanah, tentu harus ada bukti kwitansi penerimaan uang dari PT PLN. Tetapi kuat dugaan dana kompensasi untuk R.Simatupang dan kawan-kawannya digelapkan oknum yang tidak bertanggungjawab,”ucap TP.Sitompul kepada media ini.

Penulis: JK.Situmeang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *